Desa Pacekelan Gelar Sosialisasi Pencegahan ATM
Pacekelan, 21 September 2026 – Pemerintah Desa Pacekelan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan ATM (AIDS-HIV, TBC, dan Malaria) pada Senin (21/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Gedung Olah Raga Desa Pacekelan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Pemerintah Desa, kader, serta pihak terkait. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit AIDS-HIV, TBC, dan Malaria, khususnya terkait penularan, tanda-tanda, pencegahan, serta upaya deteksi dini.
Pemerintah Desa Dorong Peningkatan Pencegahan ATM
Dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Desa Pacekelan, Bapak Fahmi, mewakili Kepala Desa Pacekelan, disampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir.
Ia menyampaikan bahwa pencegahan ATM merupakan salah satu program pemerintah yang perlu mendapat perhatian desa. Pada perubahan APBDes Tahun Anggaran 2026, desa sudah menganggarkan kegiatan pencegahan ATM, sedangkan pada tahun 2027 seluruh desa diharapkan menganggarkan kegiatan tersebut.
“Di Kabupaten Purworejo ternyata masih ada yang terkena tiga penyakit ini, sehingga kita perlu mengantisipasinya dengan pengetahuan dan cara pencegahannya,” ungkapnya.
Kecamatan Tekankan Peran Kader
Sementara itu, Sekretaris Camat Purworejo, Bapak Ifan Mochtar Latif, yang mewakili Camat Purworejo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pacekelan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan pencegahan ATM juga telah dicantumkan dalam APBDes Perubahan Tahun 2026. Terkait data pengidap AIDS-HIV, ia menjelaskan bahwa data tersebut bersifat rahasia dan penanganannya merupakan kewenangan Dinas Kesehatan.
Para kader diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup sehingga dapat membantu menyampaikan informasi mengenai pencegahan penyakit ATM kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa Kabupaten Purworejo telah mencapai eliminasi malaria, namun kewaspadaan tetap diperlukan karena penyakit malaria dapat kembali muncul. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan peran aktif masyarakat tetap diperlukan.
Selain itu, upaya pencegahan stunting juga dapat dikaitkan dengan pelayanan bagi calon pengantin melalui koordinasi dengan KUA dan Puskesmas, sehingga kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sejak dini.
Puskesmas Cangkrep Berikan Edukasi Pencegahan ATM
Materi sosialisasi disampaikan oleh Tim Puskesmas Cangkrep, diawali oleh Kepala Puskesmas Cangkrep, Ibu dr. Nawang, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Lita.
Dalam pemaparannya, Ibu Lita menjelaskan secara rinci mengenai pengertian AIDS-HIV, TBC, dan Malaria, cara penularan, tanda-tanda yang perlu diketahui, serta langkah-langkah pencegahannya.
Disampaikan pula bahwa di Desa Pacekelan tidak terdapat kasus penularan malaria setempat. Sementara itu, untuk penyakit TBC, Kabupaten Purworejo menargetkan eliminasi pada tahun 2028.
Dalam upaya pengendalian malaria, Puskesmas juga mengenalkan inovasi “Semar Mandem”, yaitu survei malaria dengan memanfaatkan data pemudik atau pendatang. Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi kasus dari masyarakat yang datang dari daerah lain sekaligus mencegah terjadinya penularan.
Kepala Puskesmas Cangkrep, Ibu dr. Nawang, kemudian memberikan rangkuman sekaligus penjelasan mengenai pentingnya pencegahan ATM serta keterkaitannya dengan program kesehatan masyarakat pada tahun 2027.
Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2027 sasaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diarahkan kepada anak usia di bawah dua tahun. Sementara untuk penanganan stunting, perhatian akan difokuskan pada ibu hamil dan remaja.
Selain itu, disampaikan bahwa pada tahun 2027 Dinas Kesehatan tidak lagi menyediakan anggaran untuk kegiatan pemberdayaan. Desa dapat menganggarkan kegiatan pemberdayaan melalui berbagai kelas kesehatan, sementara materi atau pelaksanaan kelas dapat didukung dari anggaran Dinas Kesehatan.
Pendamping Desa Sampaikan Arah Penganggaran Tahun 2027
Pendamping Desa, Erna Agustina, turut memberikan penjelasan mengenai arah penganggaran Dana Desa. Ia menyampaikan bahwa dengan adanya penyesuaian dana desa, pada tahun 2027 PMT desa tidak lagi menjadi prioritas karena telah terdapat dukungan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas.
Untuk insentif kader, masih dapat dianggarkan dengan ketentuan administrasi yang sesuai, termasuk adanya Surat Keputusan (SK).
Terkait sarana dan prasarana Posyandu, penganggaran perlu dilakukan secara selektif sesuai ketentuan. Setiap usulan sarana prasarana perlu diteliti terlebih dahulu untuk memastikan kesesuaiannya dengan penggunaan Dana Desa.
Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan PKK tidak dapat didanai secara langsung melalui Dana Desa, namun kegiatan dapat disinergikan dengan kegiatan kader Posyandu apabila sesuai dengan ketentuan.
Menutup penyampaiannya, Pendamping Desa mengingatkan Pemerintah Desa agar APBDes Perubahan Tahun 2026 segera dilaksanakan, dengan target seluruh kegiatan dapat diselesaikan pada bulan Oktober 2026, termasuk penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).
Tingkatkan Pengetahuan dan Peran Masyarakat
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Desa Pacekelan berharap pengetahuan kader dan masyarakat mengenai AIDS-HIV, TBC, dan Malaria semakin meningkat. Pemahaman mengenai cara penularan, tanda-tanda penyakit, deteksi dini, serta langkah pencegahan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan turut berperan dalam mencegah penyebaran penyakit di lingkungan Desa Pacekelan.
Desa Pacekelan Jadi Lokasi Evaluasi 10 Program Pokok PKK Kabupaten Purworejo 2026
Jempole Bu Siti Hadirkan Layanan USG Ibu Hamil di Pacekelan
Desa Pacekelan Gelar Sosialisasi Pencegahan ATM
Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan III Tahun 2026 Desa Pacekelan, 8 KPM Menerima Bantuan Rp750.000
Sosialisasi Penyusunan RKPDes Tahun 2027, 11 Desa se-Kecamatan Purworejo Ikuti Kegiatan

